Wednesday, June 27, 2012

Meraih Sukses Dunia dan Akhirat

Setiap Pribadi berakal didunia ini, pasti ingin sukses. Apa pun latar belakang dan ideology seseorang, kesuksesan selalu menjadi mimpi kita semua. Namun yang tak boleh dilupakan spirit ideologi ini tentu saja akan sangat mempengaruhi asumsi mengenai arti sukses dan kesuksesan, serta cara seseorang untuk menggapainya.

Ibarat lomba lari, spirit ideologis ini adalah bahan bakar yang menentukan sekuat dan sedigdaya apa daya tahan seseorang untuk berlari. Makin tinggi target dan spirit ideologis yang dimiliki seseorang, niscaya makin kuat pula fighting spirit (semangat tanding) yang ia miliki. Seseorang yang memasang target untuk berlari sejauh seratus ribu kilometer, misalnya, tentu tak akan merasa lelah ketika berlari puluhan ribu kilometer. Namun bagi yang targetnya Cuma seribu kilometer, pasti ia akan cepat merasa lelah saat baru saja berlari ratusan meter.

Itu sebabnya dalam ajaran agama kita Islam, cita-cita tertinggi seorang Muslim haruslah keridhaan Allah SWT. Puncak kesuksesan sejati seorang muslim salah satu tandanya adalah ketika Allah SWT berkenan memanggil dan menjuluki mereka sebagai, “nafsul muthmainnah” . Allah SWT berfirman, “Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang ridha lagi diridhaiNya. Maka masuklah ke dalam golongan hamba- hambaKu, dan masuklah kedalam surgaKu” (QS. Al Fajr; 27-30).

Dalam konteks kesuksesan ini, Imam Syafi’I ra pernah membagi kategori manusia. Pertama adalah manusia yang tak sukses didunia, juga diakhirat (syaqiyyun fiddunya wa syaqiyyun fil akhirah). Kedua, sengsara didunia, bahagia di akhirat (syaqiyyun fiddunya wa saidun fil akhirah). Ketiga, bahagia didunia, sengsara di akhirat (saidun fiddunya syaqiyyun fil akhirah). Dan keempat, bahagia didunia dan di akhirat (saidun fiddunya wa saidun fil akhirah).

Sebagai seorang mukmin sejati, kita tentu selalu berikhtiar agar kategori yang keempat ini yang jadi piagam kita. Jika itu target kita, tentu saja sekuat tenaga kita harus bisa mengenal seluruh potensi duniawi dan ukhrawi kita. Potensi duniawi itu menyangkut bakat, minat, kemampuan dan seluruh kapasitas cipta, rasa dan karsa yang kita miliki. Semacam analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, and Treath) untuk mendapatkan secara obyektif gambaran kekuatan dan kelemahan diri secara utuh.

Untuk mencapai hal itu, langkah-langkah berikut ini ada baiknya diperhatikan :

1. Rumuskan tujuan hidup Anda dengan detil, lalu bekerjalah serius untuk mewujudkannya.

2. Temukan peta obyektif skill, bakat serta minat yang jadi kekuatan anda. Atas dasar itu, komitmenlah bekerja untuk mengembangkan kepribadian.

3. Bekerjalah tekun dalam berbagai bidang yang anda geluti.

4. Jangan menunda pekerjaan hari ini pada esok hari. Selesaikan setiap pekerjaan tepat waktu.

5. Jauhi sikap santai dan berleha-leha. Ingat, waktu adalah inti hidup itu sendiri. Maksimalkan untuk sesuatu yang diridhaiNya.

6. Hindari malas, jenuh dan bosan. Jaga terus stamina dan konsistensi anda.

7. Temukan hakikat dan rahasia kehidupan. Sebab hidup dan sukses punya kaidah sendiri.

8. Ambil manfaat maksimal dari pengalaman orang lain. Terutama pengalaman orang-orang besar dan mereka yang sukses dalam hidupnya. Sesungguhnya dalam setiap pengalaman selalu ada ilmu yang baru.

9. Hindari hal remeh-temeh yang tak perlu. Fokuskan selalu pikiran dan konsentrasi pada hal-hal besar dan idealisme serta cita-cita anda yang tinggi.

10. Berpikirlah masak-masak sebelum berbuat dan bertindak. Jangan sebaliknya, bertindak dulu baru berpikir.

11. Hiduplah dimasa depan. Jangan terjebak masa lalu. Buat program dan perencanaan yang matang demi masa depan yang cerah.

12. Saling tolong menolong dan bekerja samalah dengan orang lain. Sebab kita tak hidup sendiri dan tak mungkin berjuang sendiri. Ingat, tolong menolong adalah inti kebersamaan.

13. Jaga kondisi kesehatan anda. Kesehatan lebih berharga daripada emas.

14. Berusaha selalu untuk memotivasi diri sendiri secara mandiri. Jangan menunggu motivasi orang lain.

15. Tak perlu berpanjang angan-angan. Sebab meskipun malam beringsut pergi hari ini, matahari masih terbit esok hari.

16. Ketahui dengan jelas skala prioritas hidup anda, lalu bekerjalah mengikuti prioritas itu.

17. Tak perlu marah-marah. Berusahalah untuk selalu bersikap tenang ketika berinteraksi dengan orang lain.

18. Hiasilah diri anda dengan ketabahan yang utuh dan idealisme tinggi. Ketahuilah, jalan kesuksesan itu penuh onak dan duri.

Perlu diingat, semua langkah taktis itu tak akan banyak berguna jika tak diikuti kekuatan ruhiyah (spiritual) yang maksimal. Karena itu, kita harus berupaya untuk mengendalikan hawa nafsu dan syahwat dalam diri sekuat tenaga. Kedepankan selalu nurani, akal sehat dan pikiran yang jernih. Selain itu, berpegang teguh dan sandarkan seluruh urusan kepada Allah SWT semata.

Inilah kiat-kiat yang telah diamalkan generasi awal umat ini. Merekalah generasi khairul quruun yang disegani kawan dan lawan. Kesuksesan generasi pilihan ini, sebagaimana digambarkan sejarah, adalah hasil dari kelengkapan dan keutuhan kepribadian yang handal. Merekalah ruhbaanum fillail fursaanun finnahaar, bagaikan rahib ditengah malam, pejuang di siang hari. Sebuah perpaduan yang apik antara kekuatan spiritual dan profesionalisme, yang pada gilirannya mampu memancarkan kepribadian yang mempesona sejarah peradaban manusia.

Tak heran jika dari rahim peradaban ini lahir para professional tangguh diberbagai bidang kehidupan. Dibidang hukum ada sosok Ali bin Abi Thalib dan Syuraih. Dibidang administrasi lahir Abu Ubaidah. Dalam soal intelijen lahir Hudzaifah. Dari bidang bahasa muncul Hassan bin Tsabit dan Zaid bin Tsabit.

Akhirnya, keberhasilan dan kegagalan seseorang itu sesungguhnya sangat bergantung pada kegigihan, kedisplinan dan kekuatan karakternya, yang didukung rahmat, karunia dan petunjuk Allah SWT. Setelah semua ikhtiar yang maksimal itu, kita boleh berharap bahwa Allah SWT mengabulkan segenap usaha kita untuk sukses dunia dan akhirat. Allah berfirman, “Dan bahwa seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya.” (QS. An Najm; 39).

Wallahu a’alam.


http://www.sobatmbs.co.cc/2011/10/meraih-sukses-dunia-dan-akhirat.html

Pendownload yang baik itu yang meninggalkan komentar, biarpun itu hanya ucapan " Terima Kasih "
EmoticonEmoticon