Sunday, March 31, 2013

Sandal Jepit Berbahaya Buat Kesehatan Lho


Siapa yang tidak kenal jenis sandal yang satu ini? Di Indonesia, hampir setiap rumah memilikinya. Tingginya permintaan pasar terhadap sandal jepit terjadi karena sandal ini praktis digunakan dan ditawarkan dengan harga yang murah. Saat ini, orang lebih mementingkan kenyamanan dan fleksibilitas sehingga sandal jepitlah yang jadi pilihan. Modelnya yang simple juga membuat sandal ini mudah dipakai. Apalagi jika tujuan ke luar dengan sandal jepit hanya untuk membeli sesuatu di toko seberang. Namun ternyata, sandal sejuta umat ini memiliki resiko yang berbahaya bagi kesehatan penggunanya lho, Miss Poli.
 
Dalam sebuah penelitian Para Ahli dinyatakan bahwa cedera kaki serius yang disebabkan oleh sandal jepit akan lebih berbahaya dibandingkan dengan cedera akibat sepatu berhak tinggi. Kenapa? Karena saat memakai sandal jepit dan berjalan, maka jari kaki tidak akan terangkat secara rileks. Tekanan lebih besar akan terjadi pada bagian pergelangan kaki sementara tekanan yang lebih kecil akan berada pada tumit. Perbedaan ini memberikan sejumlah tekanan pada bagian luar kakinya dibanding pada tumitnya. Untuk itulah gerakan kaki tidak akan rileks sehingga akan menyebabkan timbulnya rasa sakit dan lengkungan tendon. Jika terjadi dalam jangka panjang akan merubah cara berjalan seseorang dan akhirnya menyebabkan cedera kaki serius, apalagi jika Si Pemakai tersandung.
 
Bukan cuma itu, ternyata sandal jepit adalah sarang kuman. Bahannya yang terbuat dari karet membuat beberapa jenis kuman suka bertengger di dalamnya. Sandal jepit yang dipakai selama 4 hari berturut-turut bisa menjadi sarang bagi sebuah bakteri berbahaya, staphylococcus aureus. Jika telapak kakimu terkena luka, maka bakteri ini akan beraksi dan masuk ke aliran darah kemudian bakteri ini akan menyerang organ internal manapun yang ada dalam tubuh, misalnya jantung, paru-paru, ginjal, hati. Jika dalam jangka waktu lama, tentu bakteri yang satu ini akan menyebabkan kematian. Menurut Dennis Kinney, Ph.D., manajer laboratorium mikrobiologi di EMSL Analytical, menggunakan antibiotic pada luka bisa menjadi penghalang masuknya bakteri jahat yang satu ini.
 
 
Source : kaskus.co.id

1 comments so far

Pendownload yang baik itu yang meninggalkan komentar, biarpun itu hanya ucapan " Terima Kasih "
EmoticonEmoticon