Inilah Motivasi Hitler Membantai Kaum Yahudi

Inilah Motivasi Hitler Membantai Kaum Yahudi

Seringkali, tabiat, perilaku dan pendirian seseorang adalah hasil dari pengalaman masa lalunya. Semasa kecil Hitler adalah seorang anak yang tertolak, ayahnya sangat membencinya dan menganggap perilakunya yang “antisosial” itu adalah sebuah kutukan kerena Alois Hitler (Ayah Hitler) mengawini keponakannya sendiri. Adi (nama kecil Adolf Hitler) dilahirkan pada tanggal 20 April 1889 di sebuah kota kecil di Austria dekat perbatasan Jerman. Ayahnya adalah seorang yang keras dalam mendidik anak sedang ibunya baik kepadanya.
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/3/37/Hitler.jpg

Ibunya adalah salah satu dari sedikit orang yang benar-benar disayangi oleh Adolf. Ibunya sangat percaya bahwa anaknya adalah seorang jenius, dan selalu menganggap anaknya normal, walaupun sejak kecil sudah menunjukkan gejala destruktif dan antisosial. Umur 18 tahun, Adolf sudah menjadi seorang yatim piatu setelah ibunya meninggal dunia sedangkan ayahnya sudah meninggal terlebih dulu sebelumnya. Masa kecil yang diliputi dengan kebencian dan abusement dari ayahnya ini memberikan andil besar dalam mental dan kejiwaan Hitler dewasa.

Ada hal yang harus kita pahami bahwa, jangan pernah meremehkan “dendam masa kecil”. Contoh lain juga bisa kita dapati dari kisah Mao Tse Tung. Mao kecil pernah bersekolah di sekolah yang didirikan oleh para missionaris dari Eropa, oleh sebab suatu hal Mao dimaki oleh salah satu Pastor dengan makian yang bersifat rasialis “anjing kuning!” dan mulai saat itu Mao tidak pernah kembali ke sekolah itu.

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/archive/2/2a/20120814151548!Bundesarchiv_Bild_183-S62600,_Adolf_Hitler.jpg/220px-Bundesarchiv_Bild_183-S62600,_Adolf_Hitler.jpg

Membenci kaum agamawan. Kemudian menjadi pemimpim komunis terbesar di China, juga menjadi pembunuh massal, jutaan kaum terpelajar dan seniman tewas dibunuh dan dihukum kerja paksa dalam Revolusi Kebudayaan 1965. Nggak kalah sadis dengan Hitler Sebuah dendam masa kecil; inilah bahayanya jika itu dialami oleh seorang pemimpin!

Hitler awalnya bercita-cita menjadi seorang seniman (bukan menjadi tentara/ politikus). Sebagai pecinta seni, maka dia mencoba mendaftar ke sebuah fakultas seni di Wina, Austria, tetapi ditolak. Penolakan ini memiliki dampak besar bagi dirinya.

Frustasi, yatim-piatu, tidak ada uang, sehingga dia selama kira-kira setahun menjadi gelandangan, hidup dari belas kasihan orang lain di jalanan. Selama itu, dia juga mulai benci terhadap orang Yahudi, kaum imigran yang hidup lebih mewah, dan ini dikuatkan dengan pendengaran dari ceramah yang sifatnya “Antisemit” oleh Walikota Vienna Karl Lueger.

Teori Lueger yang menyalahkan kekacauan ekonomi dan politik kepada kaum Yahudi, mengispirasinya menjadi pembenci kaum Yahudi sepanjang hidupnya. Ini pula yang membangun ideologinya dan menganggap bangsa Arya adalah ras tertinggi. Banyak orang berkata, seandainya saja dia diterima di sekolah seni tersebut, mungkin Hitler hanya akan menjadi seniman seperti Picasso misalnya, mungkin sejarah juga akan lain ceritanya. Disinilah salah satu letak pentingnya Hitler, dia mengubah sejarah (meskipun ke jalan yang dianggap salah). Garis hidupnya bagaikan takdir yang tidak bisa diubah.

http://www.jewishvirtuallibrary.org/images/hitler1.jpg

Di tahun 1914, Jerman ikut serta dalam Perang Dunia 1 dan Hitler masuk militer. Sewaktu perang di garis depan, dia terluka, dipulangkan dan mendapatkan medali untuk keberaniannya. Selama perang, Hitler berangsur-angsur menjadi seorang patriot untuk Jerman meskipun dia sendiri bukan warga negara Jerman (dia lahir di Austria). Maka dari itu, sewaktu Jerman kalah perang, dia tidak bisa menerima kenyataan, karena bagi Hitler, Jerman adalah yang terkuat. Dia lalu menyalahkan para "pengkhianat" sipil, terutama orang Yahudi sebagai penyebab Jerman kalah perang.

Jerman setelah kalah perang porak poranda. Keadaannya sangat mengenaskan dengan kota-kota yang hancur, harga barang tinggi ditambah lagi dengan datangnya gerakan-gerakan revolusi komunis. Hitler sendiri tetap berdiam di militer. Hitler membenci orang-orang dari berbagai ideologi, termasuk komunis (Karl Marx adalah seorang Yahudi), sosialis kapitalis dan liberal. Sebenarnya karir militer Hitler hanya sampai Kopral, bisa dibayangkan betapa hebatnya orang ini, dia menjadi Army Commander yang ditakuti seluruh dunia pada Perang Dunia 2.

Tahun 1919 Hitler lalu bergabung dengan sebuah partai kecil bernama Partai Pekerja Jerman dan meninggalkan karir militernya. Saat berhasil menjadi pemimpinnya dan akhirnya mengubah namanya menjadi partai NAZI. Tahun 1920, Hitler menterbitkan simbol Swastika dan Tahun 1921 Partai ini semakin solid dengan didukung oleh kelompok milisia SA.

Disinilah kita bisa melihat salah satu kejeniusan Hitler, berorganisasi dan berpidato. Apapun yang Hitler katakan adalah seperti sebuah “Religion’s order” yang membuat pengikutnya menjadi super fanatik






Source: http://www.bluefame.com/index.php?showtopic=347662
sumber : http://www.jelajahunik.us/2012/02/inilah-motivasi-hitler-membantai-kaum.html
KISAH PEMUDA DAN ORANG TUA BIJAK

KISAH PEMUDA DAN ORANG TUA BIJAK

kisah seorang pemuda yg sedang di rundung berbagai masalah,sehingga menjadikan nya putus harapan.Seharian dia duduk termenung meratapi kesedihan nya.Tidak jauh dari sana ada seorang tua yg diam - diam memperhatikan pemuda yg dalam kesedihan itu,maka di hampirilah pemuda itu dan berkata" anak muda apa yg sedang kamu pikirkan sehinnga membuat kamu menjadi terbebani dan larut dalam kesedihan?"
dan pemuda itu menjawab" apa peduli dan anda tidak akan mungkin bisa merasakan apa yg saya alami saat ini...?!
dengan sabar orang tua itu berkata"nak...memang saya tidak bisa merasakan berat nya beban yg ada dalam hati dan pikiran mu...??tapi aku hanya ingin mengundang mu untuk minum bersama di rumah ku...ayolah nak ikutlah dengan ku?"
tanpa membantah pemuda itupun mengikuti orang tua bijak

sesampainya di rumah,lalu orang tua itu membawakan secangkir kopi panas dan di berikan pada pemuda tadi i" silahkan di minum kopinya nak...?!"kata orang tua itu,dan tanpa basa basi lagi pemuda itu langsung meminum nya dan setelah meminum kopi tadi pemuda itu berkata dgn emosi " cuah....pahit sekali kopi ini ,apa maksud anda pak tua?!" dan orang tua itu hanya bisa tersenyum" sekarang bawa kopi pahit yg kamu minum tadi setelah itu campurlah kopi itu ke air danau yg ada di belakang rumah ku ini?!" perintah orang tua itu. semakin tidak mengerti pemuda menuruti perintah nya.
lalu orang tua itu berkata "sekarang kamu minum air danau yg telah kau campur kopi pahit itu?dan masih dalam pertanyaan besar, kembali pemuda itu menuruti perintah orang tua itu,"masih berasa pahitkah air yg kamu minum ?"kata orang tua itu lagi "tidak ....yg ada hanya hambar"jawab pemuda itu penuh dengan tanda tanya" apa maksud dari semua ini" kata pemuda itu lagi.
dengan tersenyum mulai membrikan penjelasan" jika hati kita seperti cangkir maka tidak akan pernah bisa menerima kenyataan dan permasalahan hidup yg datang silih berganti,sebab seukuran cangkir menerima sesuatu itu terbatas kadang pahit dan kadang pula manis akan tetapi kalau mempunyai hati yg luas seperti hal nya danau,dia akan selalu menerima kenyataan yg terkadang pahit dan menyakitkan?."
barulah itu pemuda sadar dan mengerti akan kekeliruan nya,atas nasehat orang tua bijak itu.

Hikmah dari cerita di atas mungkin bisa menyadarkan kita bahwa segala macam bentuk problematika harus kita terima dgn lapang dada tanpa harus menjadi beban berat yg membuat kita menjadi frustasi oleh kenyataan yg tidak kita inginkan kedatangan nya.sebab tidaklah mudah menerima kenyataan yang tidak sesuai dengan diri,secara teori memang gampang untuk menjadikan hati yang luas yang selalu menerima apa adanya tetapi dalam praktek kehidupan sangatlah sulit.
Walaupun begitu kita masih berusaha untuk belajar agar diri kita terlatih dalam menghadapi problematika kehidupan. Semoga kita di beri keluasan hati oleh Allah S.W.T,bukan hati yang sempit seperti cangkir bahkan lebih dari itu yaitu selalu berdoa yang di barengi dgn usaha.

http://wahyucosmos.blogspot.com/2011/04/kisah-pemuda-dan-orang-tua-bijak.html
Kisah Pemabuk Dan Anak Yatim

Kisah Pemabuk Dan Anak Yatim

Dikisahkan, seorang salaf berkata, "Dahulu aku adalah seorang yang tenggelam dalam berbagai macam perbuatan maksiat dan mabuk-mabukan. Pada suatu hari aku menemukan seorang anak yatim yang miskin. Lalu aku ambil anak yatim itu dan aku berbuat baik kepadanya.

Aku beri ia makan, pakaian, dan aku mandikan ia sampai bersih semua kotoran yang menempel di tubuhnya, dari ujung rambut sampai ujung kaki. Aku menyayanginya seperti seorang ayah menyayangi anaknya, bahkan lebih. Malamnya aku tidur dan bermimpi bahwa kiamat sudah tiba. Aku dipanggil menuju hisab. Kemudian aku diperintahkan untuk masuk neraka karena banyaknya dosa dan maksiat yang aku kerjakan.

Malaikat Zabaniyyah menyeretku untuk memasukkanku ke dalam neraka. Saat itu aku merasa kecil dan hina di hadapan mereka. Tiba-tiba anak yatim itu menghadang di tengah jalan sambil berkata, 'Tinggalkan ia wahai malaikat Rabb-ku! Biarlah aku memintakan syafaat untuknya kepada Rabb-ku! Dialah yang dulu telah berbuat baik kepadaku, telah memuliakanku!'

Malaikat berkata, 'Tetapi aku tidak diperintahkan untuk itu.' Sekonyong-konyong terdengar seruan dari Allah, firman-Nya, 'Biarkan dia, sungguh Aku telah mengampuninya dengan syafaat anak yatim itu dan kebaikannya kepadanya!' Lalu aku terbangun dan aku pun bertaubat kepada Allah 'azza wa jalla, dan saya terus berusaha semaksimal mungkin untuk mencurahkan kasih sayang kepada anak-anak yatim."
Back To Top