Kumpulan Sholawat 99 - Habib Syech Abdul Qodir Assegaf


Kumpulan MP3 Sholawat Dari Habib Syech ini akan terus kami tambahkan hingga mencapai 99 Buah. dan selanjutkan akan kami buat kumpulan MP3 habib Syech baru versi ke 2.
Maka dari itu semoga Allah memberikan rahmat dan jalannya.

Dalam Kumpulan sholawat ini baik diambil dari secara album maupun Live Show Ahbabul Musthofa dari berbagai sumber.
Untuk Lantunan Ahbabul Musthofa secara khusus sudah kami buatkan di album kumpulan 200 Ahbabul Musthofa.

Berikut Daftar lagu dan Link Download MP3 Gratis:
01 Ya Habib.mp3 
02 Qowiyah.mp3  
03 Ya Alloh Biha.mp3 
04 Maqoshidna.mp3  
05 La ilaha Ilallah.mp3 
06 Ya 'ala baitin nabi.mp3  
07 Yaa Arhamarrahimiinn.mp3 
08 Busyrolanaa.mp3 
09 Dunuunii.mp3  
10 Lighoiri Jamalikum.mp3  
11 Maulana Yaa Maulanaa.mp3  
12 Qod Tamammallahu maqosyidana.mp3 
13 Habib Syech - Sholawatullohi Taghsya.mp3  
14 Yaa Dzaljalaali Wal Ikraam.mp3  
15 Yaa Laqolbi.mp3  
16 Yaa Latifa Bil'ibad.mp3  
17 Yaa Maulidal Musthofa.mp3 
18 Yaa Rasulalloh Salamun Alaik.mp3  
19 Yaa Robbi Makkah.mp3  
20 Yaa Robbibil Musthofa.mp3  
21 Yaa Nabi Salam.mp3  
22 Yaa Maulidal Musthofa.mp3 
23 Yaa Syayyidarrasul Yaa Tohir.mp3 
24 Yaa Robbi Yaa AlimulHal.mp3  
25 Bi Rojauka.mp3 
26 Bijahil Musthofalmuchtar.mp3  
27 Binafsi Afdii.mp3  
28 Allaahu Allaah.mp3  
29 Ahlan wasahlan Binnaby.MP3  
30. Yaa Rabbama.mp3  
31. Qod Kafaanii Ilmu Robbi.mp3  
32. Yaa Rabbila'liman.mp3  
33. Ilaahi Nas'aluka.mp3  
33. Khoyrol Bariyyah (live).mp3  
34. Sholatun (Vol.7).mp3  
35. Miftahul Jannah (Vol.7).mp3  
36. Ya Hadi (Vol.7).mp3 
37. Allahumma (Vol.7).mp3 
38. Marhaban ya Nurol'aini (Vol.7).mp3  
39. Burdah (Vol.7).mp3 
 40. Ya Kaadul (Vol.7).mp3  
41.Alfa Shollalloh (Vol 6).mp3  
42.Khoirol Bariyah (Vol 6).mp3  
43.Assalamu 'alaik (Vol 6).mp3  
44.Sholawat Badar (Vol 6).mp3  
45.Thola'albadru (Vol 6).mp3 
46.Khobiri (Vol 6).mp3 
47. Alfa Sholallah (Live Mataram).mp3  
48. Allahumma Sholli Ala Muhammad (Live Mataram).mp3 
 49. Tholama Asyku (Live Mataram).mp3 
50. Ya Waridal (live Mataram).mp3  
51. Allahumma Sholli 'ala Muhammad (Live Sragen).mp3  
52. Pra-Annabi Shollu 'Alaih (Live Sragen).mp3 
53. Pra-Shallallahu 'ala Muhammad (Live Sragen).mp3 
54. Pra-Qod tamammallah (Live Sragen).mp3 
55. La Ilaha Illallah (Allah-Allah)- (Pertamina Bersholawat).mp3 
56. Sholatun Bissalamil Mubin (Pertamina Bersholawat).mp3  
57. Ya Badrotim (Pertamina Bersholawat).mp3 
58. Sholli wa Salim (Pertamina Bersholawat).mp3  
59. Assalamu 'Alaik Zainal Anbiya' (Pertamina Bersholawat).mp3  
60. Ya Habib (Pertamina Bersholawat).mp3
61. Ya Laqolbin (Pertamina Bersholawat).mp3 

62. Ya Rasulullah Ya Nabi (Pertamina Bersholawat).mp3 
63. Habib Syech - Ya Robbi Sholli 'Ala Muhammad.mp3  
64. Ilahillah - Live Jakarta.mp3  
65. Yaa Romadlon.mp3 66. Ya hanana vol.8.mp3  
67. la ilaha illallah Vol.8.mp3  
68. Mammada Vol.8.mp3 69. Nurul musthofa Vol.8.mp3  
70. Anta nasachoh Vol.8.mp3  
71. Ya rosulallah ya ahlal wafa Vol.8.mp3  
72. 'Ibadallah (Live).mp3  
73. Ya Robbi Kalam Pembuka (Live).mp3  
74. Ya Rabbama (live).mp3  
75. Ahmad ya habibi (Live).mp3 76. Ya Robbi Sholli (Live).mp3  
77. Ya Romadhon (Live).mp3  
78. Sholatun Bissalamil Mubin (live).mp3  
79. Tumbaling_Negara (Live).mp3  
80. Alfa Shallallah (pra Habib Syech).mp3  
81. Annabi Shollu 'Alaih (pra Habib Syech).mp3 
82. Habibi Ya Rasulallah (pra Habib Syech).mp3  
83. Ilahi Nasaluka (pra Habib Syech).mp3 
84. Robbi Faj'al Mujtama'na (pra Habib Syech).mp3  
85. Shallallahu 'ala Muhammad (pra Habib Syech).mp3  
86. Ala Ya Allah (pra Habib Syech).mp3  
87. Qod tamammallah.mp3  
88. Sholli wa Salim Daiman.mp3  
89. Ya LaQolbin.mp3  
90. Ya Thoyyibah Vol.8.mp3  
91. Kompilasi (Live).mp3  
92. Suluk habib Syech.mp3
93. habib Syech - Padang Bulan
94. Syair Tanpo Wathon.mp3
95. Habib Syech- AM - Maulid & Sholawat
04. Habib Syech & AM - Ya Laqolbi.mp3
96. Habib Syech & AM - Ya Laqolbi.mp3 (live Show)
97. ya habibana sya'ailillah - habib syech (live kudus 2011).mp3 98. ya 'ala golbin - habib syech (live kudus 2011).mp3 99. ya habibana - - habib syech (live kudus 2011).mp3

Untuk selanjutkan akan menyusul. Demikian Persembahan dari Kami. Semoga Bermanfaat.
 
http://www.gemasholawat.com/2010/11/kumpulan-sholawat-99-habib-syech-abdul.html
 Ulama Suriah: Syiah membantai sunni dilatari kewajiban aqidah

Ulama Suriah: Syiah membantai sunni dilatari kewajiban aqidah

YOGYAKARTA  - Syeikh Ghoyyats Abdul Baqi As-Suri, salah seorang tokoh Suriah menyatakan bahwa konflik yang sedang berlangsung di Suriah saat ini merupakan peperangan ideologis dan theologis bukan berlatar politik semata.
"Konflik Suriah adalah konflik yang dilandasi aqidah, bukan politik," ujarnya ditengah  acara "Tabligh Akbar dan Penggalangan Dana untuk Muslim Suriah" di Masjid Mujahiddin, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Minggu pagi (7/10) seperti dilansir forum-alishlah.com.
Konflik Suriah, lanjutnya didasari pula oleh kebencian Syi'ah Nushairiyyah pimpinan Bashar Assad terhadap masyarakat Sunni. Hal ini dibuktikan dengan adanya bantuan yang masif dari Iran dan militan Syi'ah dari Lebanon yakni "Hizbullah" (baca: Hizbullata), kepada Bashar Assad dan pasukannya. Oleh karena itu, ia pun meingatkan agar kaum muslim waspada terhadap kelompok Syi'ah.
"Orang-orang Syi'ah ketika dalam keadaan lemah mereka akan mengatakan kepada Ahlu Sunnah bahwa kita bersaudara. Namun sebaliknya, ketika mereka memegang tampuk kekuasaan mereka akan membantai Ahlu Sunnah," kata beliau.
Tambahnya, pembunuhan dan pembantaian yang dilakukan kaum Syiah kepada kaum Sunni berangkat dari pemahaman Aqidah mereka dan menurut orang-orang Syi'ah hal tersebut merupakan ibadah yang bernilai pahala. "Karena dalam aqidah yang mereka anut, membunuh Ahlu Sunnah adalah sebuah kewajiban," tegasnya.
Ia juga mengajak umat Islam di Indonesia untuk membantu muslim Suriah dengan berbagai bantuan yang dimiliki, terutama dana dan relawan. Disamping itu, beliaupun berpesan agar umat Islam aktif menyebarkan berita penderitaan muslim Suriah melalui berbagai media yang ada.
Hal senada juga disampaikan oleh ketua Hilal Ahmar Society Indonesia (HASI), Angga Dimas Persahada. Pengalamanya ketika menjadi ketua tim relawan HASI untuk pengungsi Suriah di penghujung Juli 2012 lalu, meyakinkan Angga bahwa konflik yang terjadi di Suriah merupakan konflik yang didasari ideologi dan bukan konflik bermotif politik sebagaimana tersebar di berbagai media.
 "Konflik Suriah adalah konflik yang dilandasi aqidah, bukan politik," tambahnya.
Bahkan dengan mata kepala sendiri, para relawan HASI melihat secara langsung kebrutalan pasukan dan militer Syi'ah Nushairiyyah Rezim Bashar Al-Assad menembakkan roket-roketnya kepada rakyat sipil dan para warga yang berada di kamp pengungsian.
"Kami menyaksikan dengan mata kepala kami, roket-roket pasukan Assad menarget kamp-kamp pengungsian warga di wilayah Turki," pungkasnya. (bilal/arrahmah.com)
Cara memasang Hadits Online di Blog

Cara memasang Hadits Online di Blog

Menyambung artikel tentang cara memasang Al-Qur’an Online, kali ini giliran cara memasang Hadits Online.

Secara tehnis pemasangannya hampir sama dengan cara memasang Al-Qur’an Online kedalam Blog, hanya saja situs penyedia Hadits online nya yang berbeda. Untuk Hadits Online yang sudah saya coba, mengambil dari situs : http://id.lidwa.com, jadi selama situs tersebut masih exist , Hadits online juga masih bisa kita pasang pada Blog kita.

Sedikit mengulas tentang Hadits Online yang akan kita bahas cara pemasangannya ini, Koleksi Hadits yang ada dalam Situs ini juga lumayan komplit, diantaranya : Hadits Shahih Bukhari, Hadits Shahih Muslim, Hadits Sunan Abu Daud, Hadits SunanTirmidzi, Hadits Sunan Nasa’i, Hadits Sunan Ibnu Majah, Musnad Ahmad,Muwatha’ Malik dan Sunan Darimi , Bahkan dilengkapi juga dengan Al-Qur’an Online walaupun tidak sefamilier dari Situs http://www.alquran-indonesia.com yang pernah saya Posting cara pemasangannya.

Seperti pada pemasangan Al-Qur’an Online kita masih menggunakan perintah Iframe untuk memasangnya, sedangkan formatnya adalah sebagai berikut :

<iframe style="overflow: auto; background-attachment: scroll; background-repeat:
no-repeat;background-position: left top; text-align: left; border: 1px solid
#cccccc; border-radius: 8px 8px 8px 8px;padding: 10px; width: 850px; height:
900px;" src="http://id.lidwa.com/app/" frameborder="0" >
</iframe><a href="http://kliktour.blogspot.com/2012/07/cara-memasang-hadits-online-di-blog.html"><button>Install in your blog</button></a>

Keterangan : Ganti angka yang saya beri warna hijau dengan lebar dan tinggi border, sedangkan yang berwarna merah adalah Situs penyedia Hadits Online
Rekan rekan bisa mengganti dengan alamat situs yang lain yang juga menyediakan aplikasi serupa.
Untuk Pemasangannya bisa lewat Postingan atau halaman posting, tergantung selera anda.
Selamat mencoba semoga bermanfaat... And Keep BLogging !!!
http://fakta7.blogspot.com/2011/12/cara-memasang-hadits-online-di-blog.html

Download AL-Quran 3D Portable


Bagi anda yang muslim,sepertinya software ini perlu anda miliki,masa punya banyak puluhan software tapi ga punya software Al-quran 3d ini,software ini bersifat portabel jadi anda bisa menyimpannya di PC ata Flashdisk anda dan bisa membacanya kapanpun.

Link Download (idws) :

Download Al-Quran 3d Portable

Kalau link Diatas ga bisa coba link yang ini :

Download Al-Quran 3D Portable (40 MB)
http://sofshare.blogspot.com/2012/02/al-quran-3d-portable.html#ixzz1z61dvbqu

Karomah Syeikh Kholil Bangkalan Madura



Berguru Dalam Mimpi


Pada waktu Syeikh Kholil masih muda, ada seorang Kiai yang terkenal di
daerah Wilungan, Pasuruan bernama Abu Darrin. Kealimannya tidak hanya terbatas di lingkungan Pasuruan, tetapi sudah menyebar ke berbagai daerah lain, termasuk Madura. Kholil muda yang mendengar ada ulama yang mumpuni itu, terbetik di hatinya ingin menimba ilmunya. Setelah segala perbekalan dipersiapkan, maka berangkatlah Kholil muda ke pesantren Abu Darrin dengan harapan dapat segera bertemu dengan ulama yang dikagumi itu.Tetapi alangkah sedihnya ketika dia sampai di Pesantren Wilungan, ternyata Kiai Abu Darrin telah meninggal dunia beberapa hari sebelumnya. Hatinya dirundung duka dengan kepergian Kiai Abu Darrin. Namun karena tekad belajarnya sangat menggelora maka Kholil segera sowan ke makam Kiai Abu Darrin. Setibanya di makam Abu Darrin, Kholil lalu mengucapkan salam lalu berkata: bagaimana saya ini Kiai, saya masih ingin berguru pada Kiai, tetapi Kiai sudah meninggal
desah Kholil sambil menangis. Kholil lalu mengambil sebuah mushaf Al Quran. Kemudian bertawassul dengan membaca Al Quran terus menerus sampai 41 hari lamanya.Pada hari ke-41 tiba-tiba datanglah Kiai Abu Darrin dalam mimpinya. Dalam mimpi itu, Kiai Abu Darrin mengajarkan beberapa ilmunya kepada Kholil. Setelah dia bangun dari tidurnya, lalu Kholil serta merta dapat menghafal kitab Imriti, Kitab Asmuni dan Alfiyah.



Di Datangi Macan


Suatu hari di bulan Syawal. Kiai Kholil tiba-tiba memanggil santrinya. Anak-anakku, sejak hari ini kalian harus memperketat penjagaan pondok pesantren. Pintu gerbang
harus senantiasa dijaga, sebentar lagi akan ada macan masuk ke pondok kita ini.” Kata Syeikh Kholil agak serius. Mendengar tutur guru yang sangat dihormati itu, segera para santri mempersiapkan diri. Waktu itu sebelah timur Bangkalan memang terdapat hutan-hutan yang cukup lebat dan angker. Hari demi hari, penjagaan semakin diperketat, tetapi macan yang ditungu-tunggu itu belum tampak juga. Memasuki minggu ketiga, datanglah ke pesantren pemuda kurus, tidak berapa tinggi berkulit kuning langsat sambil menenteng kopor seng.

Sesampainya di depan pintu rumah SyeikhKholil, lalu mengucap salam. Mendengar salam itu, bukan jawaban salam yang diterima, tetapi Kiai malah berteriak memanggil santrinya ; Hey santri semua, ada macan....macan.., ayo kita kepung. Jangan sampai masuk ke pondok.” Seru Syeikh Kholil bak seorang komandan di medan perang.Mendengar teriakan Syeikh kontan saja semua santri berhamburan, datang sambil membawa apa yang ada, pedang, clurit, tongkat, pacul untuk mengepung pemuda yang baru datang tadi yang mulai nampak kelihatan pucat. Tidak ada pilihan lagi kecuali lari seribu langkah. Namun karena tekad ingin nyantri ke Syeikh Kholil begitu menggelora, maka keesokan harinya mencoba untuk datang lagi. Begitu memasuki pintu gerbang pesantren, langsung disongsong dengan usiran ramai-ramai. Demikian juga keesokan harinya. Baru pada malam ketiga, pemuda yang pantang mundur ini memasuki pesantren secara diam-diam pada malam hari. Karena lelahnya pemuda itu, yang disertai rasa takut yang mencekam, akhirnya tertidur di bawah kentongan surau.Secara tidak diduga, tengah
malam Syeikh Kholil datang dan membantu membangunkannya. Karuan saja dimarahi habis-habisan. Pemuda itu dibawa ke rumah Syeikh Kholil. Setelah berbasa-basi dengan seribu alasan. Baru pemuda itu merasa lega setelah resmi diterima sebagai santri Syeikh Kholil. Pemuda itu bernama Abdul Wahab Hasbullah. Kelak kemudian hari santri yang diisyaratkan macan itu, dikenal dengan nama KH. Wahab Hasbullah, seorang Kiai yang sangat alim, jagoan berdebat, pembentuk komite Hijaz, pembaharu pemikiran. Kehadiran KH Wahab Hasbullah di mana-mana selalu berwibawa dan sangat disegani baik kawan maupun lawan bagaikan seekor macan, seperti yang diisyaratkan Syeikh Kholil.




SANTRI MIMPI DENGAN WANITA


Dan diantara karomahnya, pada suatu hari menjelang pagi, santri bernama Bahar
dari Sidogiri merasa gundah, dalam benaknya tentu pagi itu tidak bisa sholat subuh berjamaah. Ketidak ikutsertaanBahar sholat subuh berjamaah bukan karena malas, tetapi disebabkan halangan junub. Semalam Bahar bermimpi tidurdengan seorang wanita. Sangat dipahami kegundahan Bahar. Sebab wanita itu adalah istri Kiai Kholil, istri gurunya. Menjelang subuh, terdengar Kiai Kholil marah besar sambil membawa sebilah pedang seraya berucap:“Santri kurang ajar.., santri kurang ajar.....Para santri yang sudah naik ke masjid untuk sholat berjamaah merasa heran dan tanda tanya, apa dan siapa yang dimaksud santri kurang ajar itu.

Subuh itu Bahar memang tidak ikut sholat berjamaah, tetapi bersembunyi di belakang pintu masjid.Seusai sholat subuh berjamaah, Kiai Kholil menghadapkan wajahnya kepada semua santri seraya bertanya ; Siapa santri yang tidak ikut berjamaah?” Ucap Kiai Kholil nada menyelidik.Semua santri merasa terkejut,
tidak menduga akan mendapat pertanyaan seperti itu. Para santri menoleh ke kanan-kiri, mencari tahu siapa yang tidak hadir. Ternyata yang tidak hadir waktu itu hanyalah Bahar. Kemudian Kiai Kholil memerintahkan mencari Bahar dan dihadapkan kepadanya. Setelah diketemukan lalu dibawa ke masjid. Kiai Kholil menatap tajam-tajam kepada bahar seraya berkata ; Bahar, karena kamu tidak hadir sholat subuh berjamaah maka harus dihukum. Tebanglah dua rumpun bambu di belakang pesantren dengan petok ini Perintah Kiai Kholil. Petok adalah sejenis pisau kecil, dipakai menyabit rumput. Setelah menerima perintah itu, segera Bahar melaksanakan dengan tulus. Dapat diduga bagaimana Bahar menebang dua rumpun bambu dengan suatu alat yang sangat sederhana sekali, tentu sangat kesulitan dan memerlukan tenaga serta waktu yang lama sekali. Hukuman ini akhirnya diselesaikan dengan baik. Alhamdulillah, sudah selesai, Kiai Ucap Bahar dengan sopan dan rendah hati. Kalau begitu, sekarang kamu makan nasi yang ada di nampan itu sampai habis, Perintah Kiai kepada Bahar.Sekali lagi santri Bahar dengan patuh menerima hukuman dari Kiai Kholil. Setelah Bahar melaksanakan hukuman yang kedua, santri Bahar lalu disuruh makan buah-buahan sampai habis yang ada di nampan yang telah tersedia. Mendengar perintah ini santri Bahar melahap semua buah-buahan yang ada di nampan itu. Setelah itu santri Bahar diusir oleh Kiai Kholil seraya berucap ; Hai santri, semua ilmuku sudah dicuri oleh orang ini ucap Kiai Kholil sambil menunjuk ke arah Bahar. Dengan perasaan senang dan mantap santri Bahar pulang
meninggalkan pesantren Kiai Kholil menuju kampung halamannya.Memang benar, tak lama setelah itu, santri yang mendapat isyarat mencuri ilmu Kiai Kholil itu, menjadi Kiai yang sangat alim, yang memimpin sebuah pondok pesantren besar di Jawa Timur. Kia beruntung itu bernama Kiai Bahar, seorang Kiai besar dengan ribuan santri yang diasuhnya di Pondok Pesantren Sido Giri, Pasuruan, Jawa Timur.



Orang Arab Dan Macan Tutul

Suatu hari menjelang sholat magrib. Seperti biasanya Kiai Kholil mengimami jamaah sholat bersama para santri Kedemangan. Bersamaan dengan Kiai Kholil mengimami sholat, tiba-tiba kedatangan tamu berbangsa Arab. Orang Madura menyebutnya Habib. Seusai melaksanakan sholat, Kiai Kholil menemui tamunya, termasuk orang Arab yang baru datang itu. Sebagai orang Arab yang mengetahui kefasihan Bahasa Arab. Habib menghampiri Kiai Kholil seraya berucap ; Kiai, bacaan Al- Fatihah antum (anda) kurang fasih tegur Habib. Setelah berbasa-basi beberapa saat. Habib dipersilahkan mengambil wudlu untuk melaksanakan sholat magrib. Tempat wudlu ada di sebelah masjid itu. Silahkan ambil wudlu di sana ucap Kiai sambil menunjukkan arah tempat wudlu.

Baru saja selesai wudlu, tiba-tiba sang Habib dikejutkan dengan munculnya macan tutul. Habib terkejut dan berteriak dengan bahasa Arabnya, yang fasih untuk mengusir macan tutul yang makin mendekat itu. Meskipun Habib mengucapkan Bahasa Arab sangat fasih untuk mengusir macan tutul, namun macan itu tidak pergi juga.Mendengar ribut-ribut di sekitar tempat wudlu Kiai Kholil datang menghampiri. Melihat ada macan yang tampaknya penyebab keributan itu, Kiai Kholil mengucapkan sepatah dua patah kata yang kurang fasih. Anehnya, sang macan yang mendengar kalimat yang dilontarkan Kiai Kholil yang nampaknya kurang fasih itu, macan tutul bergegas menjauh. Dengan kejadian ini, Habib paham bahwa sebetulnya Kiai Kholil bermaksud memberi pelajaran kepada dirinya, bahwa suatu ungkapan bukan terletak antara fasih dan tidak fasih, melainkan sejauh mana penghayatan makna dalam ungkapan itu.


Jawaban Syeikh Kholil kepada tamunya

Suatu Ketika Habib Jindan bin Salim berselisih pendapat dengan seorang ulama, manakah pendapat yang paling sahih dalam ayat ‘Maliki yaumiddin’, maliki-nya dibaca ‘maaliki’ (dengan memakai alif setelah mim), ataukah ‘maliki’ (tanpa alif).Setelah berdebat tidak ada titik temu. Akhirnya sepakat untuk sama-sama datang ke Kiyahi Keramat; Kiyahi Khalil bangkalan.
Ketika itu Kiyahi yang jadi maha guru para kiyahi pulau Jawa itu sedang duduk didalam mushala, saat rombongan Habib Jindan sudah dekat ke Mushola sontak saja kiyahi Khalil berteriak. Maaliki yaumiddin ya Habib, Maaliki yaumiddin Habib, teriak Kiyahi Khalil bangkalan menyambut kedatangan Habib Jindan.
Tentu saja dengan ucapan selamat datang yang aneh itu, sang Habib tak perlu bersusah payah menceritakan soal sengketa Maliki yaumiddin ataukah maaliki yaumiddin itu.
Demikian cerita Habib Lutfi bin Yahya ketika menjelaskan perbendaan pendapat ulama dalam bacaan ayat itu pada Tafsir Thabari.





Tongkat Syeikh Kholil Dan Sumber Mata Air


Suatu hari Kiai Kholil berjalan ke arah selatan Bangkalan. Beberapa santri menyertainya. Setelah berjalan cukup jauh, tepatnya sampai di desa Langgundi, tiba-tiba Kiai Kholil menghentikan perjalanannya. Setelah melihat tanah di hadapannya, dengan serta merta Kiai Kholil menancapkan tongkatnya ke tanah. Dari arah lobang bekas tancapan Kiai Kholil, memancarlah sumber air yang sangat jernih. Semakin lama semakin besar. Bahkan karena terus membesar, sumber air tersebut akhirnya menjadi kolam yang bisa dipakai untuk minum dan mandi. Kolam yang bersejarah itu sampai sekarang masih ada. Orang Madura menamakannya Kolla Al-Asror Langgundi. Letaknya sekitar 1 km sebelah selatan kompleks
pemakaman Kiai Kholil Bangkalan.
http://yovitaku.blogspot.com/2010/06/karomah_1937.html
Back To Top